Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

RSS Feed Test Lagi

leave a comment »

Kali ini ngetest beda judul, beda isi. Moga2 sukses.

Written by dana

Januari 18, 2016 at 11:54 pm

Ditulis dalam Imajinasi

Test RSS Feed

leave a comment »

Ngetest lagi yak. Judul sama tapi beda deskripsi.

Written by dana

Januari 18, 2016 at 11:40 pm

Ditulis dalam Imajinasi

Test RSS Feed

leave a comment »

Lagi ngetest fungsi RSS Feed di aplikasi Android. Semoga bisa jalan seperti yang diinginkan. Test yak.

Written by dana

Januari 18, 2016 at 11:30 pm

Ditulis dalam Imajinasi

Keabadian

with 12 comments

Semu memelukku erat pada dunia
Hidupku mengalir diantaranya

“Tiada yang abadi!”

Dulu itu yang aku percaya
karena semua orang juga percaya

Lalu aku menyadari kehadiranmu
Semua semu jadi bayanng-bayang belaka
Seiring kesejatian sejati mulai nyata

Cahayamu lembut membelah langit
Membuka segala tabir yang menggantung
Jernih sudah tanpa penghalang

Maka kini kubisikkan selembut desiran sang bayu:

“Tiada abadi
kecuali bersamamu.”

14 Juni 2009, Jakarta

Written by dana

September 26, 2009 at 5:13 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , ,

Wanita Penghibur Malam

with 7 comments

Dentum musik memekakkan isak
Temaram menyembunyikan mesum
Pada sepetak malamnya Jakarta
Memenuhi nafsu para pemburu malam

Wanita itu terus bergemulai
Memancing birahi-birahi menuju puncak
Untuk sebuah harga yang merelakan enggan
Rintihan sesal tertelan kebutuhan tak tertahan
Akan mimpi hari esok yang lebih baik.

Pagi menyapa sejuknya Jakarta
Menyembunyikan busuknya malam
Yang baru saja dilalui sang wanita
Sekejap tampak damai dalam tidurnya
Pada dipan yang penuh ngengat di gubuk reyot

Sepucuk kertas menceritakan cerita
Tentang uang yang harus dikirim esok
Agar sang buah hati dapat terus bersekolah
Demi sebuah cita-cita masa depan yang sangat biasa
Mimpi sang anak untuk mencecap hidup yang lebih baik.

Tidak usahlah kau ribut dengan ceramahmu
Tentang moralitas yang dibungkus dogma agama
Tentang Surga yang tidak dapat mengenyangkan
Tentang Neraka yang tidak semenakutkan dikeluarkan dari sekolah
Tolong kali ini saja, aku memohon,
Kau Biarkanlah sang wanita menikmati jedanya
Yang hanya sebentar, sebelum malam datang lagi untuk dihibur.

14 Juni 2009, Jakarta
Kala malam mendekap jiwa

Written by dana

Agustus 31, 2009 at 3:39 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , ,

Apa Merdeka?

with 2 comments

Telah 16 Agustus 2009
Malam pekat tanpa gemintang
Hanya ada kelam menyapa tengadahku

Ingatan kelu menahun, mengada
Kemeriahan pada hari setelah 16 Agustus
Wajah-wajah ceria tertawa bersama
Merdeka sehari dari beban hidup

Ah….
Rasa bersalah tiba-tiba menyergap
Akan diri yang sudah tidak dapat tulus
Melebur ceria dalam kemerdekaan sehari itu
Karena sebuah tanya: “Apa merdeka?”

Tengadahku masih hanya kelam
Tiada jawaban, hanya hitam.

16 Agustus 2009, Jakarta
Malam jelang merdeka?

Written by dana

Agustus 16, 2009 at 10:31 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , ,

Adu Argumen

with 8 comments

Atmosfer mengelam menekan ruang yang ada. Penuh argumen basi saling menyerang tanpa malu. Memenuhi udara dengan bebauan yang membuat muntah. Para pelaku tampak sangat bersemangat, membombardir dan juga mementahkan argumen-argumen yang betebaran tidak jelas punya siapa.

Yang penting menghantam. Dan logikapun menjadi terpinggirkan karenanya. Pelaku masih saja bersemangat. Mereka tidak peduli para penonton sudah pasi, memuntahkan segala kemualan tanpa sisa. Juga ada heran akan argumen ajaib tanpa logika yang diklaim sebagai kebenaran mutlak.

Setelah lama, para penonton akhirnya dapat bernafas lega, asupan kebasian sudah semakin berkurang. Para pelaku argumen tampak sudah puas. Wajah-wajah jelas memancarkan rasa puas serupa kepuasan setelah masturbasi. Lalu dengan pongah tiap pihak mengklaim telah memenangkan lomba masturbasi kata itu.

14 April 2009, Jakarta
merefleksi perdebatan

Written by dana

Juli 7, 2009 at 9:56 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , ,

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.