Keabadian
Semu memelukku erat pada dunia
Hidupku mengalir diantaranya
“Tiada yang abadi!”
Dulu itu yang aku percaya
karena semua orang juga percaya
Lalu aku menyadari kehadiranmu
Semua semu jadi bayanng-bayang belaka
Seiring kesejatian sejati mulai nyata
Cahayamu lembut membelah langit
Membuka segala tabir yang menggantung
Jernih sudah tanpa penghalang
Maka kini kubisikkan selembut desiran sang bayu:
“Tiada abadi
kecuali bersamamu.”
14 Juni 2009, Jakarta


Memang didunia ini tiada yang abadi, tapi kita semua tidak mengetahui, kapan ketidakabadian itu menjelma, hanya tuhan yang maha tahu semuanya.
edybatara
September 26, 2009 at 5:27 pm
memang… ya… memang.
Dana
September 27, 2009 at 2:44 pm
kenapa aku jadi keinget lagunya Peterpan yah?
Lumiere
September 27, 2009 at 9:16 am
walah. *garuk garuk idung*
Dana
September 27, 2009 at 2:44 pm
perubahan ini
adalah keabadian
kemarin aku kanak-kanak
sekarang aku tertawa-tawa dan menangis
besok aku mungkin terbujur kaku
aku terima semua ini wahai engkau
karena itulah
“keabadian”
Maafkanlah jika aku sedikit meronta
itu semua dengan kekuatanmu juga
dan engkau mengtahui pasti
tentang hal itu
dua muka menjadi satu
menjadi yang tak terkatakan
godamn
September 28, 2009 at 4:42 am
saya ikut dunk
G3mbel
September 28, 2009 at 10:15 pm
mas dana, lama ga diupdate nih? sibuk dgn yang baru ya?
ini mina, di blog baru lagi
kebetulan bgt baru bikin cerpen berjudul abadi….jadi agak mirip judulnya
Ketiga
November 8, 2009 at 1:41 pm
sangklan bahwa ini mina :-” seperti yang disebut di atas.
Lumiere
November 11, 2009 at 9:40 am