Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Keabadian

with 8 comments

Semu memelukku erat pada dunia
Hidupku mengalir diantaranya

“Tiada yang abadi!”

Dulu itu yang aku percaya
karena semua orang juga percaya

Lalu aku menyadari kehadiranmu
Semua semu jadi bayanng-bayang belaka
Seiring kesejatian sejati mulai nyata

Cahayamu lembut membelah langit
Membuka segala tabir yang menggantung
Jernih sudah tanpa penghalang

Maka kini kubisikkan selembut desiran sang bayu:

“Tiada abadi
kecuali bersamamu.”

14 Juni 2009, Jakarta

Written by dana

September 26, 2009 pada 5:13 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , ,

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Memang didunia ini tiada yang abadi, tapi kita semua tidak mengetahui, kapan ketidakabadian itu menjelma, hanya tuhan yang maha tahu semuanya.

    edybatara

    September 26, 2009 at 5:27 pm

  2. kenapa aku jadi keinget lagunya Peterpan yah? :?

    Lumiere

    September 27, 2009 at 9:16 am

  3. perubahan ini
    adalah keabadian

    kemarin aku kanak-kanak
    sekarang aku tertawa-tawa dan menangis
    besok aku mungkin terbujur kaku

    aku terima semua ini wahai engkau
    karena itulah
    “keabadian”

    Maafkanlah jika aku sedikit meronta
    itu semua dengan kekuatanmu juga
    dan engkau mengtahui pasti
    tentang hal itu

    dua muka menjadi satu
    menjadi yang tak terkatakan

    godamn

    September 28, 2009 at 4:42 am

  4. saya ikut dunk

    G3mbel

    September 28, 2009 at 10:15 pm

  5. mas dana, lama ga diupdate nih? sibuk dgn yang baru ya?
    ini mina, di blog baru lagi :mrgreen:

    kebetulan bgt baru bikin cerpen berjudul abadi….jadi agak mirip judulnya

    Ketiga

    November 8, 2009 at 1:41 pm

    • sangkalan yang manakah gerangan, puan?

      sangklan bahwa ini mina :-” seperti yang disebut di atas.

      Lumiere

      November 11, 2009 at 9:40 am


Tinggalkan Balasan