Adu Argumen
Atmosfer mengelam menekan ruang yang ada. Penuh argumen basi saling menyerang tanpa malu. Memenuhi udara dengan bebauan yang membuat muntah. Para pelaku tampak sangat bersemangat, membombardir dan juga mementahkan argumen-argumen yang betebaran tidak jelas punya siapa.
Yang penting menghantam. Dan logikapun menjadi terpinggirkan karenanya. Pelaku masih saja bersemangat. Mereka tidak peduli para penonton sudah pasi, memuntahkan segala kemualan tanpa sisa. Juga ada heran akan argumen ajaib tanpa logika yang diklaim sebagai kebenaran mutlak.
Setelah lama, para penonton akhirnya dapat bernafas lega, asupan kebasian sudah semakin berkurang. Para pelaku argumen tampak sudah puas. Wajah-wajah jelas memancarkan rasa puas serupa kepuasan setelah masturbasi. Lalu dengan pongah tiap pihak mengklaim telah memenangkan lomba masturbasi kata itu.
14 April 2009, Jakarta
merefleksi perdebatan


saya kadang tak begitu suka beradu argumen, apalagi untuk hal yang saya ga ada pengetahuan di dalamnya…kadang malah jdi agak rawan, tapi saya senang mendengarkan adu argumen.
btw, mas dana mana puisinya? udah ada fesbuk blm skarang?
Kayas
Juli 26, 2009 at 5:42 pm
adu argumen boleh, tapi dialog belum pernah nemu. Kalau mau jujur kita–konon katanya–seringnya saling monolog diri, bukan dialog, atau (seolah2) dialog, tapi tidak dengan niat hendak mencari titik temu. Lihat saja, dalam dialog, yang memuncak dengan saling…
ah… sudahlah
Andre Stinky
Juli 29, 2009 at 10:34 pm
Yang sedang adu argumen itu siapa sih? Kalangan di DPR? Atau antar sesama muslim, teroris dan non-teroris?
Jadi nebak-nebak.
Salam,
Ioanes
Ioanes
Juli 30, 2009 at 5:47 pm
Debat lebih condong ke hal negatif. Hindari debat dan utamakan musyawarah
Q11901
Agustus 4, 2009 at 10:44 pm
cukup menohok
godless
Agustus 5, 2009 at 2:00 am
what is menohok
the seraph
Oktober 6, 2009 at 4:01 pm
beradu argumen terkadang menarik…
tapi ga usah pake tarik urat
Indah Sitepu
Agustus 11, 2009 at 9:26 am
#edisut makan sate
maksute piyeeee!
#suwiwi kek mangkok
suwiii koook!
#ikan hiu ikn cucut
jangan cemberutuuuuuuut
naman asli pengirim the satan
the seraph
Oktober 6, 2009 at 3:58 pm