Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Adu Argumen

with 8 comments

Atmosfer mengelam menekan ruang yang ada. Penuh argumen basi saling menyerang tanpa malu. Memenuhi udara dengan bebauan yang membuat muntah. Para pelaku tampak sangat bersemangat, membombardir dan juga mementahkan argumen-argumen yang betebaran tidak jelas punya siapa.

Yang penting menghantam. Dan logikapun menjadi terpinggirkan karenanya. Pelaku masih saja bersemangat. Mereka tidak peduli para penonton sudah pasi, memuntahkan segala kemualan tanpa sisa. Juga ada heran akan argumen ajaib tanpa logika yang diklaim sebagai kebenaran mutlak.

Setelah lama, para penonton akhirnya dapat bernafas lega, asupan kebasian sudah semakin berkurang. Para pelaku argumen tampak sudah puas. Wajah-wajah jelas memancarkan rasa puas serupa kepuasan setelah masturbasi. Lalu dengan pongah tiap pihak mengklaim telah memenangkan lomba masturbasi kata itu.

14 April 2009, Jakarta
merefleksi perdebatan

Written by dana

Juli 7, 2009 pada 9:56 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , , ,

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya kadang tak begitu suka beradu argumen, apalagi untuk hal yang saya ga ada pengetahuan di dalamnya…kadang malah jdi agak rawan, tapi saya senang mendengarkan adu argumen.

    btw, mas dana mana puisinya? udah ada fesbuk blm skarang?

    Kayas

    Juli 26, 2009 at 5:42 pm

  2. adu argumen boleh, tapi dialog belum pernah nemu. Kalau mau jujur kita–konon katanya–seringnya saling monolog diri, bukan dialog, atau (seolah2) dialog, tapi tidak dengan niat hendak mencari titik temu. Lihat saja, dalam dialog, yang memuncak dengan saling…

    ah… sudahlah :(

    Andre Stinky

    Juli 29, 2009 at 10:34 pm

  3. Yang sedang adu argumen itu siapa sih? Kalangan di DPR? Atau antar sesama muslim, teroris dan non-teroris?
    Jadi nebak-nebak.

    Salam,
    Ioanes

    Ioanes

    Juli 30, 2009 at 5:47 pm

  4. Debat lebih condong ke hal negatif. Hindari debat dan utamakan musyawarah

    Q11901

    Agustus 4, 2009 at 10:44 pm

  5. cukup menohok ;)

    godless

    Agustus 5, 2009 at 2:00 am

    • what is menohok

      the seraph

      Oktober 6, 2009 at 4:01 pm

  6. beradu argumen terkadang menarik…

    tapi ga usah pake tarik urat :D

    Indah Sitepu

    Agustus 11, 2009 at 9:26 am

  7. #edisut makan sate
    maksute piyeeee!
    #suwiwi kek mangkok
    suwiii koook!
    #ikan hiu ikn cucut
    jangan cemberutuuuuuuut

    naman asli pengirim the satan

    the seraph

    Oktober 6, 2009 at 3:58 pm


Tinggalkan Balasan