Archive for Juni 2009
Michael Jackson Meninggal
Yah, akhirnya sang king of pop ini meninggalkan dunia yang berisi banyak pemujanya. Saya memang bukan pemuja beliau, bahkan sering kali tidak dapat menikmati lagu-lagunya.
Tapi tidak percuma memang beliau dijuluki king of pop sebab ada saja lagunya yang nyangkut di hati orang yang bahkan tidak terlalu menyukai lagu-lagunya. Ya, seperti saya ini contohnya, saya sangat menikmati lagu beliau yang berjudul Heal The World. Bahkan saya sampai bergetar tiap kali mendengar lagu tersebut.
Selamat jalan wahai king of pop. Selamat kembali ke asal. Terimakasih untuk warisanmu pada dunia ini.
Kesempatan
Kesempatan telah kuciptakan
Tapi tetap cinta itu tidak berkenan
Maka ya sudah, kuucapkan :
“Terimakasih atas segalanya.”
Kan kucari pada kesempatan-kesempatan lain
Yang juga menawarkan cinta
Mengemerlap bagai bintang dalam gelap
Walau dengan defenisi yang berbeda
Tidak mengapa dengan perbedaan
Sebab cinta adalah cinta
Walau dalam pemahaman yang tidak sama
Niscaya tetap akan membahagiakan.
23 February 2009, Jakarta
Tengah malam, merenung cinta
Cerita Bromocorah
Kugores malam dengan sebuah cerita. Cerita yang begitu gelap, lebih pekat dari malam tanpa bintang. Menyebar amis darah di dalam-nya. Ketika hidup harus memilih antara membunuh atau dibunuh.
Itulah hidupku, disemua gemerlap kelip lampu-lampu yang menghias transaksiku. Antara tubuh-tubuh yang menggeliat menggila, dan semakin gila setelah transaksiku. Dentuman house musik menenggelamkan segala nurani yang masih tersisa.
Ada lagi yang mati malam ini. Itu bukan aku, karena aku masih bisa menceritakan hidupku. Dia mati untuk memberiku jalan hidup. Membiarkan transaksiku tidak akan pernah menjadi sedikit. Amis darahnya membuatku muntah.
Aku tidak ingin membuat mati. Tapi sudah tidak ada jalan lain, maka kutelan segala amis. Tubuh itu akhirnya menjadi beku. Sempat kuucapkan doa yang masih kuingat sepenggal. Doa untukku dan untuknya.
Terserah apapun katamu. Ini adalah hidupku. Ini adalah ceritaku. Jangan bohongi aku dengan segala kemilau yang disebut suci itu. Aku tidak butuh. Yang aku butuh hanyalah malam yang paling pekat.
Kan kupeluk malam sampai hariku tiba. Sampai saatnya untuk memeluk sang maut.
19 Februari 2009, Jakarta
Malam pekat setelah hujan.
Sungaiku
Dongeng nenek akanmu begitu indah tak terperi. Air jernih menyegarkan jiwa bagi siapapun yang mereguknya. Ikan-ikan kecil berenang ceria. Bahkan tetap ceria ketika memakan umpan pancing Bapak. Tentu Bapak pun menjadi ceria bukan alang-kepalang.
Ketika Emas Menjadi Alat Tukar Global
Dari dulu memang sudah ada keinginan dari beberapa orang untuk mengganti alat tukar perdagangan menjadi emas. Hal ini disebabkan mereka merasa bahwa emas lebih stabil dan adil nilainya dibandingkan dengan sistem uang yang digunakan selama ini. Yah, memang emas lebih stabil nilainya dengan uang kertas sekarang. Ini jika emas dibandingkan dengan uang kertas loh ya.

