56 Tahun
56 tahun tertulis pada nisan kayu sederhana
Teronggok tanpa daya di dekat tubuhmu
Tangis sanak saudara sebagai pengiring
Juga sesekali bercerita:
Tentang bagaimana sekaratmu di UGD
Tentang semua rumah sakit yang didatangi
hanya punya penolakan.
“Tidak ada kamar.”
“Tidak ada dokter.”
“Tidak sanggup.”
“Fasilitasnya tidak ada.”
Sementara tubuhmu mulai mendingin.
Betapa akhirnya tangis harus sejenak dilupakan
Betapa akhirnya uang sudah tidak dipikirkan
Demi sebuah pengobatan yang layak
Saat tubuhmu terus saja semakin mendingin.
Betapa amarah sempat terlintas
Untuk semua perjuangan selama berjam-jam yang bagai neraka
Namun akhirnya terlupa saat akhir napasmu
Wajahmu telah kembali tersenyum dalam damai,
tanpa rasa sakit yang selama ini menyiksa
Pada akhirnya,
Tubuhmu sudah tidak bisa lebih dingin lagi.
Selamat jalan paman,
ijinkanlah nanti sesesekali kami jenguk
jika rindu sudah tidak tertahankan.
13 Feb 2009
Dalam istirahat setelah kematian paman


Semoga beristirahat dalam damai…
Lumiere
Mei 29, 2009 at 4:44 pm
bagi keluarga yg ditinggalkan
TETAP SEMANAGAT ..dalam berkarya
SALAM ACTION !!!
coolk45
Mei 31, 2009 at 9:36 am
TETAP SEMANAGAT …Jangan Putus Asa
SALAM ACTION !!!
syMB4h3
Mei 31, 2009 at 9:37 am
teriring doa “semoga damai di sisi-Nya”
yans"dalam jedah"
Juni 3, 2009 at 2:30 am
waaaaaah.. inilah realita kehidupan.. rumah sakit hanya mengejar uang.. manusia penghamba uang..
Salam Sayang
KangBoed
Juni 11, 2009 at 9:23 am