Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

56 Tahun

with 5 comments

56 tahun tertulis pada nisan kayu sederhana
Teronggok tanpa daya di dekat tubuhmu
Tangis sanak saudara sebagai pengiring

Juga sesekali bercerita:

Tentang bagaimana sekaratmu di UGD
Tentang semua rumah sakit yang didatangi
hanya punya penolakan.
“Tidak ada kamar.”
“Tidak ada dokter.”
“Tidak sanggup.”
“Fasilitasnya tidak ada.”
Sementara tubuhmu mulai mendingin.

Betapa akhirnya tangis harus sejenak dilupakan
Betapa akhirnya uang sudah tidak dipikirkan
Demi sebuah pengobatan yang layak
Saat tubuhmu terus saja semakin mendingin.

Betapa amarah sempat terlintas
Untuk semua perjuangan selama berjam-jam yang bagai neraka
Namun akhirnya terlupa saat akhir napasmu
Wajahmu telah kembali tersenyum dalam damai,
tanpa rasa sakit yang selama ini menyiksa

Pada akhirnya,
Tubuhmu sudah tidak bisa lebih dingin lagi.

Selamat jalan paman,
ijinkanlah nanti sesesekali kami jenguk
jika rindu sudah tidak tertahankan.

13 Feb 2009
Dalam istirahat setelah kematian paman

Written by dana

Mei 28, 2009 pada 9:00 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , , ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga beristirahat dalam damai…

    Lumiere

    Mei 29, 2009 at 4:44 pm

  2. bagi keluarga yg ditinggalkan
    TETAP SEMANAGAT ..dalam berkarya
    SALAM ACTION !!!

    coolk45

    Mei 31, 2009 at 9:36 am

  3. TETAP SEMANAGAT …Jangan Putus Asa
    SALAM ACTION !!!

    syMB4h3

    Mei 31, 2009 at 9:37 am

  4. teriring doa “semoga damai di sisi-Nya”

    yans"dalam jedah"

    Juni 3, 2009 at 2:30 am

  5. waaaaaah.. inilah realita kehidupan.. rumah sakit hanya mengejar uang.. manusia penghamba uang..
    Salam Sayang

    KangBoed

    Juni 11, 2009 at 9:23 am


Tinggalkan Balasan