Archive for Mei 28th, 2009
56 Tahun
56 tahun tertulis pada nisan kayu sederhana
Teronggok tanpa daya di dekat tubuhmu
Tangis sanak saudara sebagai pengiring
Juga sesekali bercerita:
Tentang bagaimana sekaratmu di UGD
Tentang semua rumah sakit yang didatangi
hanya punya penolakan.
“Tidak ada kamar.”
“Tidak ada dokter.”
“Tidak sanggup.”
“Fasilitasnya tidak ada.”
Sementara tubuhmu mulai mendingin.
Betapa akhirnya tangis harus sejenak dilupakan
Betapa akhirnya uang sudah tidak dipikirkan
Demi sebuah pengobatan yang layak
Saat tubuhmu terus saja semakin mendingin.
Betapa amarah sempat terlintas
Untuk semua perjuangan selama berjam-jam yang bagai neraka
Namun akhirnya terlupa saat akhir napasmu
Wajahmu telah kembali tersenyum dalam damai,
tanpa rasa sakit yang selama ini menyiksa
Pada akhirnya,
Tubuhmu sudah tidak bisa lebih dingin lagi.
Selamat jalan paman,
ijinkanlah nanti sesesekali kami jenguk
jika rindu sudah tidak tertahankan.
13 Feb 2009
Dalam istirahat setelah kematian paman

