Archive for April 2009
Doa
Doa dipanjatkan diantara lelah
Memohon sedikit keringanan untuk
derita hidup yang terus mendera
Sementara bau busuk serasa meledak
Membumbung menggapai angkasa
Untuk kemudian melingkupi segala yang ada
Dia antara para pengais rejeki dan sampah
Doa tiada hentinya dipanjatkan
Merengkuh setitik asa yang menggantung
Pada rembulan malam yang pucat
Kesedihan terpancar diantara kelam
Bibir kering merekah dendangkan putus asa
Kerlip gemintang tampak lemah
Selemah tubuh-tubuh kerontang
Yang berbaring pasrah menunggu ajal
Saat rasa lapar menyerang tak tertahan
Merenggut sedikit asa yang sempat tertinggal
Lalar-lalar telah menyiapkan pesta pemakaman
Lonceng gereja berdentang riuh memecah hening
Llirihnya Doa terus digemakan walau tanpa jawab.
24 Desember 2008, Medan
Malam Natal
Tips Menulis : Menjadi Anak Kecil
Otak ini berputar lagi. Berputar untuk mencari solusi bagaimana agar tulisan demi tulisan dapat mengalir ke halaman blog ini. Kontemplasi pun dilakukan untuk menemukan cara. Jika tidak menemukan maka niscaya blog ini pada akhirnya akan mati sebab kecepatan ide tidak bisa menyamai kecepatan posting. Lama-lama tidak akan ada bahan lagi untuk ditulis jika terus demikian.
Sebuah Ide Untuk Kepolisian
Kita semua tentu telah mahfum bagaimana kinerja kepolisian di negri tercinta ini. Betapa suap dan korupsi sudah seperti udara bagi mereka. Pemihakan untuk kepentingan penguasan juga terasa sangat kentara. Yah, tentu tidak semuanya, masih ada memang polisi yang menjaga profesionalismenya. Dan tentu ada juga prestasi lembaga kepolisian yang membanggakan. Kita tidak bisa menafikan itu.
Saya Memilih Sistem Bernegara
Hidup itu adalah pilihan. Maka sistem bernegara sebagai bagian dari hidup niscaya juga merupakan salah satu kegiatan memilih tersebut.Tentu saya,dalam hidup, juga melakukan pilihan-pilihan sistem negara yang menurut saya paling sesuai untuk saya. Pada kenyataan memang kecil sekali pilihan sayalah yang pasti diamini negara dikarenakan saya hanya satu orang diantara banyak orang dan bukan pula petinggi politik atau negara.
Telah Kuserahkan
Tergeming riak gelombang
Tatkala bidadari mengada, tiba-tiba
Pada antara badai pagi hidupku
Menuju petang yang menyesap kirana
Menggeletar sekejap nurani
untuk kemudian melebur dalam damai
Lesap sudah segala perih menahun
Tersaput halimun senja yang tiba tiba
Menghantar jiwa pada bidadari
Yang tersenyum rekah sepotong
Menyambut hati yang kuserahkan
Tanpa pernah akan kuminta lagi
08 Desember 2008, Jakarta
Kekuatan
Sungguh mengagumkan kekuatan paman penambal ban itu, yang masih bisa dengan riang menertawakan hidup yang semakin keras menghimpit. Membuatku menjadi malu akan keluh kesahku selama ini pada hidup. Membuatku akhirnya bisa untuk mensyukuri hidup.
Belajar Dari Soekarno
Terus terang saya agak terganggu karena banyak orang Indonesia yang terlalu memuja presiden pertama kita, Soekarno. Betapa beliau dipuja seolah-olah adalah dewa yang begitu mengagumkan. Betapa beliau sangat berjasa untuk negara ini. Begini, soal berjasa pada negara ini maka memang benar itu ada. Bahkan mungkin memang benar sangat berjasa bagi negara ini.
My Day
Without you my days are “Sadday,”Moanday, “Tearsday, “Wasteday, “Thirstday, “Fightday”, and “Shatterday” But I want you to know that, behind you is me who always care for you.
Kamus Puisi 1
Ini adalah kata-kata bahasa Indonesia yang menurut saya dapat digunakan dalam membuat puisi. Kata-kata ini diambil dari KBBI daring . Silahkan bermain kata dengannya untuk menghasilkan keindahan.
beng·ka·wang n tumbuhan paku atau pakis, Gleichemia linearis
ge·ming Jk, ber·ge·ming v tidak bergerak sedikit juga; diam saja;
ter·ge·ming v terdiam
In·su·lin·de n negeri kepulauan (sebutan lain untuk Indonesia)
ki·ra·na ark 1 n sinar; 2 a ki molek; cantik; elok
ku·la·wang·sa kl n keluarga; dinasti
ke·ra·wang n 1 lubang-lubang kecil dan halus (tt tenunan, sulaman, sujian); 2 kain tenun (tekat) yg berlubang-lubang kecil;
me·nge·ra·wang v menekat (membuat) kerawang: dia menyukai pekerjaan menjahit, menyulam, dan ~;
ke·ra·wang·an n hasil mengerawang; bordiran; jenis kain yg berlubang-lubang kecil, bersulam
1ke·lin·dan ark n 1 benang yg baru dipintal; 2 benang untuk pemutar kincir; 3 benang berpilin untuk menjalankan jentera; 4 benang yg sudah dimasukkan ke dalam lubang jarum (untuk menjahit);
jahit sudah — putus, pb telah selesai sama sekali; lalu penjahit, lalu — , pb kalau usaha yg pertama berhasil, usaha yg berikut pun akan berhasil
2ke·lin·dan n penggulung benang; gelendong
3ke·lin·dan n, ber·ke·lin·dan v ki erat menjadi satu: ajaran Hindu di India terjalin ~ dng Sungai Gangga yg suci itu
ke·le·ma·yar n binatang jenis lipan kecil yg mengeluarkan liur berbahaya; Orphanaeus brevilabiatus
Bersambung
Kata Glamour
Inginku menggores kata kata indah
Berhias cengkok mutu manikam
Menggelegar sampai ke langit tertinggi
Menghujam sampai dasar samudera terdalam
Maka kata kata tidak akan lekang oleh lindasan sang kala
Terus berkobar pada api abadi hidup
Menjadi sejarah, menjadi kini, juga menjadi nanti
Masa lalu yang tak pernah usang
Masa kini yang tak pernah bosan
Masa depan yang tak pernah ingkar
Mulai kugoreskan kata kata glamour
Kata-kata berhias keindahan tiada tara
Setengah jadi, lalu aku terhenti
Sesuatu menelusup ke dalam remang batinku
“Apa kata glamour memang bisa?”
Lalu,
Hanya ada lengang pada belaian sang bayu
Tanpa kata-kata.
09 November 2008, Jakarta


