Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Archive for April 2009

Doa

with 3 comments

Doa dipanjatkan diantara lelah
Memohon sedikit keringanan untuk
derita hidup yang terus mendera

Sementara bau busuk serasa meledak
Membumbung menggapai angkasa
Untuk kemudian melingkupi segala yang ada
Dia antara para pengais rejeki dan sampah

Doa tiada hentinya dipanjatkan
Merengkuh setitik asa yang menggantung
Pada rembulan malam yang pucat
Kesedihan terpancar diantara kelam
Bibir kering merekah dendangkan putus asa

Kerlip gemintang tampak lemah
Selemah tubuh-tubuh kerontang
Yang berbaring pasrah menunggu ajal
Saat rasa lapar menyerang tak tertahan
Merenggut sedikit asa yang sempat tertinggal
Lalar-lalar telah menyiapkan pesta pemakaman

Lonceng gereja berdentang riuh memecah hening
Llirihnya Doa terus digemakan walau tanpa jawab.

24 Desember 2008, Medan
Malam Natal


balaibahasabandung.web.id

Written by dana

April 26, 2009 at 5:00 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , ,

Tips Menulis : Menjadi Anak Kecil

with 7 comments

Otak ini berputar lagi. Berputar untuk mencari solusi bagaimana agar tulisan demi tulisan dapat mengalir ke halaman blog ini. Kontemplasi pun dilakukan untuk menemukan cara. Jika tidak menemukan maka niscaya blog ini pada akhirnya akan mati sebab kecepatan ide tidak bisa menyamai kecepatan posting. Lama-lama tidak akan ada bahan lagi untuk ditulis jika terus demikian.

adakah solusinya?

Written by dana

April 24, 2009 at 10:54 pm

Ditulis dalam Opini

Ditandai dengan , , , ,

Sebuah Ide Untuk Kepolisian

with 8 comments

Kita semua tentu telah mahfum bagaimana kinerja kepolisian di negri tercinta ini. Betapa suap dan korupsi sudah seperti udara bagi mereka. Pemihakan untuk kepentingan penguasan juga terasa sangat kentara. Yah, tentu tidak semuanya, masih ada memang polisi yang menjaga profesionalismenya. Dan tentu ada juga prestasi lembaga kepolisian yang membanggakan. Kita tidak bisa menafikan itu.

pasti ada tapinya nih :P

Written by dana

April 18, 2009 at 10:47 pm

Ditulis dalam Opini

Ditandai dengan , , , ,

Saya Memilih Sistem Bernegara

with 4 comments

Hidup itu adalah pilihan. Maka sistem bernegara sebagai bagian dari hidup niscaya juga merupakan salah satu kegiatan memilih tersebut.Tentu saya,dalam hidup, juga melakukan pilihan-pilihan sistem negara yang menurut saya paling sesuai untuk saya. Pada kenyataan memang kecil sekali pilihan sayalah yang pasti diamini negara dikarenakan saya hanya satu orang diantara banyak orang dan bukan pula petinggi politik atau negara.

jadi?

Written by dana

April 16, 2009 at 9:55 pm

Ditulis dalam Opini

Ditandai dengan , , , , ,

Telah Kuserahkan

with 7 comments

Tergeming riak gelombang
Tatkala bidadari mengada, tiba-tiba
Pada antara badai pagi hidupku
Menuju petang yang menyesap kirana
Menggeletar sekejap nurani
untuk kemudian melebur dalam damai

Lesap sudah segala perih menahun
Tersaput halimun senja yang tiba tiba
Menghantar jiwa pada bidadari
Yang tersenyum rekah sepotong
Menyambut hati yang kuserahkan
Tanpa pernah akan kuminta lagi

08 Desember 2008, Jakarta


balaibahasabandung.web.id

Written by dana

April 14, 2009 at 1:47 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , ,

Kekuatan

with 17 comments

Sungguh mengagumkan kekuatan paman penambal ban itu, yang masih bisa dengan riang menertawakan hidup yang semakin keras menghimpit. Membuatku menjadi malu akan keluh kesahku selama ini pada hidup. Membuatku akhirnya bisa untuk mensyukuri hidup.

Written by dana

April 12, 2009 at 5:14 pm

Ditulis dalam Keseharian

Ditandai dengan , , , , ,

Belajar Dari Soekarno

with 19 comments

Terus terang saya agak terganggu karena banyak orang Indonesia yang terlalu memuja presiden pertama kita, Soekarno. Betapa beliau dipuja seolah-olah adalah dewa yang begitu mengagumkan. Betapa beliau sangat berjasa untuk negara ini. Begini, soal berjasa pada negara ini maka memang benar itu ada. Bahkan mungkin memang benar sangat berjasa bagi negara ini.

lantas jika memang berjasa?

Written by dana

April 7, 2009 at 6:18 pm

Ditulis dalam Opini

Ditandai dengan , , , ,

My Day

with 3 comments

Without you my days are “Sadday,”Moanday, “Tearsday, “Wasteday, “Thirstday, “Fightday”, and “Shatterday” But I want you to know that, behind you is me who always care for you.

Jester Katze

Written by dana

April 5, 2009 at 9:46 pm

Ditulis dalam Keseharian

Ditandai dengan , , , ,

Kamus Puisi 1

with 12 comments

Ini adalah kata-kata bahasa Indonesia yang menurut saya dapat digunakan dalam membuat puisi. Kata-kata ini diambil dari KBBI daring . Silahkan bermain kata dengannya untuk menghasilkan keindahan. :mrgreen:

beng·ka·wang n tumbuhan paku atau pakis, Gleichemia linearis

ge·ming Jk, ber·ge·ming v tidak bergerak sedikit juga; diam saja;
ter·ge·ming v terdiam

In·su·lin·de n negeri kepulauan (sebutan lain untuk Indonesia)

ki·ra·na ark 1 n sinar; 2 a ki molek; cantik; elok

ku·la·wang·sa kl n keluarga; dinasti

ke·ra·wang n 1 lubang-lubang kecil dan halus (tt tenunan, sulaman, sujian); 2 kain tenun (tekat) yg berlubang-lubang kecil;
me·nge·ra·wang v menekat (membuat) kerawang: dia menyukai pekerjaan menjahit, menyulam, dan ~;
ke·ra·wang·an n hasil mengerawang; bordiran; jenis kain yg berlubang-lubang kecil, bersulam

1ke·lin·dan ark n 1 benang yg baru dipintal; 2 benang untuk pemutar kincir; 3 benang berpilin untuk menjalankan jentera; 4 benang yg sudah dimasukkan ke dalam lubang jarum (untuk menjahit);
jahit sudah — putus, pb telah selesai sama sekali; lalu penjahit, lalu — , pb kalau usaha yg pertama berhasil, usaha yg berikut pun akan berhasil

2ke·lin·dan n penggulung benang; gelendong

3ke·lin·dan n, ber·ke·lin·dan v ki erat menjadi satu: ajaran Hindu di India terjalin ~ dng Sungai Gangga yg suci itu

ke·le·ma·yar n binatang jenis lipan kecil yg mengeluarkan liur berbahaya; Orphanaeus brevilabiatus

Bersambung


balaibahasabandung.web.id


Written by dana

April 3, 2009 at 8:57 pm

Ditulis dalam info

Ditandai dengan , , , ,

Kata Glamour

with 11 comments

Inginku menggores kata kata indah
Berhias cengkok mutu manikam
Menggelegar sampai ke langit tertinggi
Menghujam sampai dasar samudera terdalam

Maka kata kata tidak akan lekang oleh lindasan sang kala
Terus berkobar pada api abadi hidup
Menjadi sejarah, menjadi kini, juga menjadi nanti
Masa lalu yang tak pernah usang
Masa kini yang tak pernah bosan
Masa depan yang tak pernah ingkar

Mulai kugoreskan kata kata glamour
Kata-kata berhias keindahan tiada tara
Setengah jadi, lalu aku terhenti
Sesuatu menelusup ke dalam remang batinku
“Apa kata glamour memang bisa?”

Lalu,
        Hanya ada lengang pada belaian sang bayu
Tanpa kata-kata.

09 November 2008, Jakarta


balaibahasabandung.web.id

Written by dana

April 1, 2009 at 4:14 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , ,