Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Cerita Pantai

with 15 comments

 

Udara itu serasa asin melekat
Memeluk diri yang terpana
Tatapan jauh ke cakrawala
Tarian ombak menemani tanpa canggung
Di atas pasir basah dua manusia
Sedang bermain dalam rindu
Lupa waktu yang tak menyentuh
Damai itulah yang ada
Wajah-wajah puas tampak tertidur
Dalam pelukan sang bidadari
Yang basah dan asin, murni
Hangatnya tidak dingin seperti air
Dinginnya tidak panas seperti api

Deru ombak
Desau angin
Gemericik air
Lembutnya pasir
Menarikan tarian indah melenakan
Dua anak manusia yang sedang bercengkrama
Melepas rindu bergulingan di pantai
Seberkas semburat senja
Melukis indahnya hidup

Kepiting, Ikan kerapu, sambal kecap dengan irisan rawit
Menghapus lapar yang menyerang
Saat dua anak manusia melepas
Rindu telah menyatu di dangau tepi pantai
Duduk beralas tikar menikmati hidup
Di antara belaian angin senja
Dalam semburat memerah
Damai
Indah
Pantai

Burung camar tampak menyampaikan berita
Dua anak manusia memadu rindu di pantai
Tidak lupa juga tentang damainya.

 

Written by dana

Agustus 24, 2008 pada 4:07 pm

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , , ,

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dua anak manusia memadu rindu … ah nama saya disebut :) kangen saya yah, halah !!

    Rindu

    Agustus 24, 2008 at 4:14 pm

  2. Ah tiba2 jadi kepengen makan kwetiau seafood..

    nurma

    Agustus 24, 2008 at 6:33 pm

  3. @Rindu

    Iyah, nama kamu ada terus ya? :roll:

    @nurma

    Traktir dunk. :D

    dana

    Agustus 24, 2008 at 8:24 pm

  4. Dalam pelukan sang bidadari
    Yang basah dan asin, murni
    Hangatnya tidak dingin seperti air
    Dinginnya tidak panas seperti api

    ………….. bidadarine iku ikan asin atau ubi bakar dicampur ikan asin… :D
    mbuh ah.

    kurtubi

    Agustus 24, 2008 at 9:34 pm

  5. sebuah puisi yang meninabobokkan
    sekaligus memberi kedamaian
    rinduku padaMu
    mengalahkan rinduku padanya

    mikekono

    Agustus 25, 2008 at 9:16 am

  6. lirik yang mantab, mas dana. pantai selalu mengingatkan saya akan sebuah kesunyian dan kerinduan. pantai juga menjadi tempat yang tepat utk berkontemplasi. selamat berkontemplasi, mas dana.

    sawali tuhusetya

    Agustus 25, 2008 at 10:46 am

  7. wah puisi…

    selalu susah menarik makna dari suatu puisi :D

    dobelden

    Agustus 25, 2008 at 11:09 am

  8. pengin juga nih bercengkrama bersamanya di pantai :D

    tomy

    Agustus 26, 2008 at 11:13 am

  9. wah pandai nian bikin puisi………..

    salut aku………. :D

    afwan auliyar

    Agustus 26, 2008 at 1:21 pm

  10. waduh puisinya kok tulisannya ngalor… ngidul…

    ario saja

    Agustus 26, 2008 at 1:28 pm

  11. nice

    pemudabiasa

    Agustus 26, 2008 at 3:46 pm

  12. puisi yang meneduhkan hati,
    membawa kita merasakan yang dirasa si pembuat puisi,…

    hmm, jadi ingat oppie andaresta,
    pasir putih yang hangat,
    debur ombak dan angin lautan….

    :P

    rahmadisrijanto

    Agustus 26, 2008 at 5:28 pm

  13. @kurtubi

    Hehehe… mungkin saja sih.

    @mikekono

    apalagi rinduku padaMu di tepi pantai.

    @sawali tuhusetya

    Iya pak, pantai seperti memancing saya untuk terus berpuisi. :D

    @dobelden

    Mungkin hanya Tuhan dan pengarang yang tahu.

    @tomy

    Jangan sampai tidak kang.

    @afwan auliyar

    Makasih. :D

    @ario saja

    Namanya juga puisi.

    @pemudabiasa

    Thanks.

    @rahmadisrijanto

    Wah, Oppie menurutku lagu lagunya puisi yang indah.

    dana

    Agustus 26, 2008 at 7:12 pm

  14. bagus looh puisinya,buat terharu

    vani

    Februari 24, 2009 at 7:36 pm

  15. Terimakasih atas apresiasinya.

    dana

    Februari 26, 2009 at 3:15 pm


Tinggalkan Balasan