Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Senja

with 16 comments

 

Senja itu memerah
Menghantar mentari ke peraduan
Kunikmati dalam perjalanaan
Meniti langkah demi langkah
Dalam kehampaan kadang berharap
Antara dua dunia ada terpisah, pintu
Menghantar aku berkunjung
Menyapa engkau yang ada dihati
Mencumbu tanpa lelah
Hayalku semakin melambung
Tanpa batas

Sementara merah mulai tertelan
Mentari sudah lama pergi
Mengistirahatkan diri untuk esok hari
Senja masih saja belum menjawab

Senja telah pergi
Malam telah datang
Hanya ada hati tergiris pilu
Sadar tidak terlihat ada mungkin
Penghubung duniaku dengan duniamu
Hanya ada rindu meronta
Ingin menggapai engkau
Wahai kekasih hati
Nantikan saja, ketika saatnya tiba
Kan kujenguk dirimu

Lalu langkah demi langkah berlanjut
Tanpa tahu lelah itu
Mencari aku,
Melewati beribu senja.

Written by dana

Agustus 12, 2008 pada 7:12 am

Ditulis dalam Puisi

Ditandai dengan , ,

16 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dana lagi jatuh cinta ya?

    itikkecil

    Agustus 12, 2008 at 8:30 am

  2. kata acep zamzam noor dalam puisinya “Rambut Ikal”, bagian 4: “Mengagumi senja merupakan pekerjaan orang yang dimabuk cinta.”

    hanny

    Agustus 12, 2008 at 11:01 am

  3. Hanya ada rindu meronta ….. :) nama saya disebut sebut.

    Rindu

    Agustus 12, 2008 at 11:35 am

  4. cinta, kadang memang mengalahkan logika.

    scouteng

    Agustus 12, 2008 at 5:27 pm

  5. @itikkecil

    Itu dulu.

    @hanny

    Iya, entah kenapa memang senja punya getar romantisme tersendiri.

    @Rindu

    Meronta nggak nih?

    @scouteng

    sangat.

    dana

    Agustus 12, 2008 at 7:22 pm

  6. matahari konon itu simbol sebuah harapan, mas dana. ada banyak cara utk menggapai harapan itu meski harus terus berjalan tanpa batas menembus senja. semoga matahari itu akan muncul di ufuk timur keesokan harinya ….

    sawali tuhusetya

    Agustus 13, 2008 at 8:55 am

  7. boljug… (sambil manggut2 )

    Indah Sitepu

    Agustus 13, 2008 at 11:48 am

  8. senja selalu saja mengisyaratakan perpisahan…

    salam, dari ujung langit..

    peristiwa

    Agustus 14, 2008 at 1:00 am

  9. Kenapa jika orang lagi sendu, puisinya seringberkisah tentang senja atau malam…atau bulan purnama.
    Sedang yang lagi semangat….mentari pagi….

    Semoga senja, segera berganti menjadi mentari pagi…dan ketemu kekasih hati

    edratna

    Agustus 14, 2008 at 7:18 am

  10. romantisme senja membuat kadang kita tercekat.

    iman Brotoseno

    Agustus 14, 2008 at 1:06 pm

  11. mengagumi senja memang perbuatan orang yang dimabuk cinta, tapi senja sendiri banyak dipakai penyair dan p[engarang untuk menyatakan usia tua atau sebuah keterlambatan.

    tafsir puwisi :

    dana mencintai seorang wanita, tetapi dia merasa telah terlambat karena si wanita udah terlanjur uzur….. :lol:

    *dilempar nenek-nenek*

    ndarualqaz

    Agustus 14, 2008 at 3:49 pm

  12. @sawali tuhusetya

    Semoga pak.

    @Indah Sitepu

    Makasih.

    @peristiwa

    Senja memang batas.

    @edratna

    Itulah romantisme bu.

    @iman Brotoseno

    iya mas. Senja punya sesuatu memang.

    @ndarualqaz

    Tafsirnya hampir benar sih. :P

    dana

    Agustus 14, 2008 at 7:40 pm

  13. Perempuan kadang diumamakan sebagai senja… kenapa yach…

    saya malah mengumpamakan senja sebagai usia, sehingga kala senja datang, bukan romantisme yang hadir, tetapi rasa ingin beristirahat dan behenti sejenak, menoleh kebelakang, melihat tapak demi tapak yang sudah dilewati… sudahkah saya berjalan di rel yang benar… senja memampukan saya melihat, karena ketika kepekatan malam mulai turun, jejak itu menghilang… aku tidak lagi sanggup melihat.

    Ahhh… semoga senjamu menyenangkan ya masss…

    silly

    Agustus 15, 2008 at 8:34 am

  14. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Kang Danaaa I miss u

    Maafkanlah aku njenengan datang ke Buntet Pesantren tapi aku gak ada. Kasian deh loh! kata Karjo. Aku di Jakarta mas..

    Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya, dan mohon maaf baru kali ini bisa sempat berkunjung ke “rumah” mayamu. Kapan2 kita ngopi susu bareng ya. Lagian saya sebenarnya yang perlu susu, karena awakku tak sesubur awakmu. hehehe :D

    —————-
    senja, ahh… bahasa yang menakutkan bagiku.
    sebab aku merasa masih pagi tapi diingatkan sampean kepada senja…. :)

    kurt

    Agustus 16, 2008 at 8:24 pm

  15. merdeka….! senja tempat di hati, bukan di ujung hari atau di pangkal malam.

    panda

    Agustus 16, 2008 at 8:40 pm

  16. @silly

    Senja memang berjuta rasa. Kadang menyenangkan, kadang menyedihkan.

    @kurt

    Salah dana kali nih kang kurt. :mrgreen:

    @panda

    Senja yang merdeka rasanya sangat indah. :D

    dana

    Agustus 17, 2008 at 3:37 pm


Tinggalkan Balasan