Fundamentalisme dan Globalisasi
Sejumlah orang tampaknya berpindah dari satu fundamentalisme ke fundamentalisme yang lain, dari semacam fundamentalisme sekuler ke fundamentalisme religius, atau sebaliknya, yang sangat tak membantu.
Petter L. Berger. Sosiolog Austria
Globalisasi telah mengubah kita menjadi sebuah perusahaan yang memburu dunia, tak hanya untuk menjual atau menabung, tapi juga untuk mendapat modal intelektual-orang paling berbakat di dunia dan gagasan-gagasan besar.
Jack Welch, Industrialis Amerika
Aku memikirkan gagasan tentang cinta yang sempurna sebagai sesuatu yang tanpa takut, dan apa artinya itu bagi kita dalam sebuah dunia yang semakin xenophobia, teraniaya oleh fundamentalisme dan nasionalisme.
Bell Hooks, Kritikus Amerika Serikat
Jika kamu buta aksara total dan hidup hanya dengan satu dolar setiap hari, manfaat globalisasi tak akan menyentuhmu.
Jimmy Carter, Mantan Presiden Amerika
Dalam banyak contoh, mars untuk globalisasi berarti juga marginalisasi wanita dan gadis. Dan itu harus berubah.
Hillary Clinton, Politikus Amerika
Ketamakan dan globalisasi bukan kesalahan amerika saja.
Ario Guthrie, Musisi Amerika
Sumber, Koran Tempo, Minggu, 13 Juli 2008


Apakah kepala kita cukup besar untuk menelaah itu semua?
Aku pilih satu saja….
Ketamakan dan globalisasi bukan kesalahan amerika saja.
Ario Guthrie, Musisi Amerika
Comment : Emang…….
godam
Juli 31, 2008 at 10:25 pm
Globalisasi membuat kita merasa tak cukup waktu, tak cukup pengetahuan…sehingga terus berlomba-lomba untuk mendapatkan segalanya. Di satu sisi bersifat positif, namun kalau tidak hati-hati akan meningkatkan individualistis dan materialistis….
edratna
Agustus 1, 2008 at 8:29 pm
idiom2nya mantab banget, mas dana. hal ini bisa menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi para pemikir *halah* yang ingin mendalami lebih jauh tentang hakikat fundamentalisme dan globalisasi dalam kehidupan umat manusia.
Sawali Tuhusetya
Agustus 1, 2008 at 11:21 pm
setelah saya baca buku2 Stiglitz, terutama “making Globalization Work” kayaknya globalisasi ga sesadis itu. Kita hanya perlu mengaturnya lebih adil supaya persaingan dalam globalisasi berada dalam “level playing field” yang sama.
fajrin
Agustus 2, 2008 at 4:40 pm
kenapa ada globalisasi dan kapitalisme yang menjerat kita,hanya ada satu jawaban KARENA KITA MAU.bukankah kita berhak untuk berkata TIDAK,setiap manusia berhak untuk menyatakan pendapatnya sendiri walaupun hanya sebatas dalam hati dan pikiran saja
sudhew
Agustus 3, 2008 at 4:37 pm
Bahkan liberal pun juga merupakan wujud lain Fundamentalisme
lovepassword
Agustus 9, 2008 at 3:39 am