Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird

with 20 comments

Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.

Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird

 

Written by dana

Mei 28, 2008 pada 6:35 am

20 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mengerikan…

    yah, berarti memang yang paling bisa kita pahami adalah suami/ istri ? atau itu juga blm cukup ?

    eMina

    Mei 28, 2008 at 7:41 am

  2. Barangkali, memang tidak pernah mudah memahami seseorang. Selalu ada yang baru, dan unik :P
    btw, kok ngga dikaji lebih dalam Bang? :mrgreen:

    goop

    Mei 28, 2008 at 9:08 am

  3. Membaca buku “To Kill a Mockingbird” kira-kira dua tahun lalu, membuat saya semakin harus belajar memahami orang lain, juga memahami anak-anakku dengan mencoba melihat cara pandang dari sisi mereka dan bukan dari sisi saya.

    Buku yang memang layak untuk menang hadiah Pulitzer.

    edratna

    Mei 28, 2008 at 11:45 am

  4. kan ada john malkovich, bang :mrgreen:

    edy

    Mei 28, 2008 at 12:28 pm

  5. pahami diri sendiri saja dulu ya?..

    kabarihari

    Mei 28, 2008 at 12:53 pm

  6. bukunya yang kaya gimana ya?

    waterbomm

    Mei 28, 2008 at 4:05 pm

  7. @eMina

    Jangan-jangan diri sendiri juga belum kita pahami. ;)

    @goop

    Nah, ntu dia goop.

    Biarlah pembaca saja yang memperdalam. ;)

    @edratna

    Butul bu. Bukunya emang bagus. Banyak yang bisa dicerap dari situ.

    @edy

    Wah, saya belon kenal tuh.

    @ kabarihari

    Sepertinya itu lebih baik.

    @ waterbomm

    Yang kayak di gramedia itu lho.

    dana

    Mei 28, 2008 at 6:51 pm

  8. bagaimana caranya memahami seorang AL CAPONE dari sudut pandangnya…? atau seorang Osamah Bin Laden dari sidut pandangnya…?. Karena mereka merasa tindakannya benar…?

    daeng limpo

    Mei 29, 2008 at 3:45 pm

  9. Caranya ya:

    kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.

    :mrgreen:

    dana

    Mei 29, 2008 at 6:18 pm

  10. hmmm gimana caranya ya?
    saya sering coba melakukannya, mencoba melihat dari sudut pandang orang lain, tapi tetap saja itu pendekatan, apa yg mreka benar2 rasakan, tetap nggak kita ketahui

    gaia

    Mei 30, 2008 at 1:31 pm

  11. Jika begitu, berarti kita tidak mungkin memahami orang lain.

    *gaia kok serasa familiar ya?* :roll:

    dana

    Mei 30, 2008 at 7:18 pm

  12. Kenali musuhmu
    Sun Tzu

    Jasmi

    Juni 7, 2008 at 4:19 am

  13. saya lagi mau baca buku ini nih!
    akhirnya dapet gratis juga dari Klab Baca Qanita :D

    natazya

    Juni 7, 2008 at 10:26 am

  14. sulit….. masih akan terpengaruh sudut pandang kita sendiri

    itikkecil

    Juni 7, 2008 at 10:10 pm

  15. @Jasmi

    Sebaiknya kenali dirimu lebih dahulu.

    Dana

    @natazya

    Gimana caranya biar dapat gratisan gitu?

    @itikkecil

    Atau bahkan tidak mungkin ra?

    dana

    Juni 8, 2008 at 11:14 am

  16. Lagi baca.. belum kelar..

    soal quote-nya itu.. my answer is.. Yes I can ;) tapi pake ritual menjernihkan pikiran dan hati dulu. He9X

    biyung nana

    Juni 11, 2008 at 2:02 pm

  17. Bagus na. *siap siap berguru sama nana*

    dana

    Juni 12, 2008 at 6:49 pm

  18. Also my most fave quote of all time *grin*
    Glad that we’re standing on the same side of the road

    terbanglah lebih tinggi

    Juli 31, 2008 at 6:04 pm

  19. Halo. Thanks buat kutipan ini di bahasa Indonesia.

    Saya suka sekali kutipan ini kalau di bahasa Indonesia, karena kalau di bahasa Inggris, agak kurang gimanaaa gitu. Hehehe

    You never really understand a person until you consider things from his point of view… Until you climb inside of his skin and walk around in it.

    -Salam kenal. Hehe

    reney

    Mei 15, 2009 at 1:23 pm

  20. berarti semboyan wadehel yang dulu itu betul

    :mrgreen:

    frozen

    Mei 23, 2009 at 9:56 pm


Tinggalkan Balasan