Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird
Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.
Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird


Mengerikan…
yah, berarti memang yang paling bisa kita pahami adalah suami/ istri ? atau itu juga blm cukup ?
eMina
Mei 28, 2008 at 7:41 am
Barangkali, memang tidak pernah mudah memahami seseorang. Selalu ada yang baru, dan unik
btw, kok ngga dikaji lebih dalam Bang?
goop
Mei 28, 2008 at 9:08 am
Membaca buku “To Kill a Mockingbird” kira-kira dua tahun lalu, membuat saya semakin harus belajar memahami orang lain, juga memahami anak-anakku dengan mencoba melihat cara pandang dari sisi mereka dan bukan dari sisi saya.
Buku yang memang layak untuk menang hadiah Pulitzer.
edratna
Mei 28, 2008 at 11:45 am
kan ada john malkovich, bang
edy
Mei 28, 2008 at 12:28 pm
pahami diri sendiri saja dulu ya?..
kabarihari
Mei 28, 2008 at 12:53 pm
bukunya yang kaya gimana ya?
waterbomm
Mei 28, 2008 at 4:05 pm
@eMina
Jangan-jangan diri sendiri juga belum kita pahami.
@goop
Nah, ntu dia goop.
Biarlah pembaca saja yang memperdalam.
@edratna
Butul bu. Bukunya emang bagus. Banyak yang bisa dicerap dari situ.
@edy
Wah, saya belon kenal tuh.
@ kabarihari
Sepertinya itu lebih baik.
@ waterbomm
Yang kayak di gramedia itu lho.
dana
Mei 28, 2008 at 6:51 pm
bagaimana caranya memahami seorang AL CAPONE dari sudut pandangnya…? atau seorang Osamah Bin Laden dari sidut pandangnya…?. Karena mereka merasa tindakannya benar…?
daeng limpo
Mei 29, 2008 at 3:45 pm
Caranya ya:
dana
Mei 29, 2008 at 6:18 pm
hmmm gimana caranya ya?
saya sering coba melakukannya, mencoba melihat dari sudut pandang orang lain, tapi tetap saja itu pendekatan, apa yg mreka benar2 rasakan, tetap nggak kita ketahui
gaia
Mei 30, 2008 at 1:31 pm
Jika begitu, berarti kita tidak mungkin memahami orang lain.
*gaia kok serasa familiar ya?*
dana
Mei 30, 2008 at 7:18 pm
Kenali musuhmu
Sun Tzu
Jasmi
Juni 7, 2008 at 4:19 am
saya lagi mau baca buku ini nih!
akhirnya dapet gratis juga dari Klab Baca Qanita
natazya
Juni 7, 2008 at 10:26 am
sulit….. masih akan terpengaruh sudut pandang kita sendiri
itikkecil
Juni 7, 2008 at 10:10 pm
@Jasmi
Sebaiknya kenali dirimu lebih dahulu.
Dana
@natazya
Gimana caranya biar dapat gratisan gitu?
@itikkecil
Atau bahkan tidak mungkin ra?
dana
Juni 8, 2008 at 11:14 am
Lagi baca.. belum kelar..
soal quote-nya itu.. my answer is.. Yes I can
tapi pake ritual menjernihkan pikiran dan hati dulu. He9X
biyung nana
Juni 11, 2008 at 2:02 pm
Bagus na. *siap siap berguru sama nana*
dana
Juni 12, 2008 at 6:49 pm
Also my most fave quote of all time *grin*
Glad that we’re standing on the same side of the road
terbanglah lebih tinggi
Juli 31, 2008 at 6:04 pm
Halo. Thanks buat kutipan ini di bahasa Indonesia.
Saya suka sekali kutipan ini kalau di bahasa Indonesia, karena kalau di bahasa Inggris, agak kurang gimanaaa gitu. Hehehe
You never really understand a person until you consider things from his point of view… Until you climb inside of his skin and walk around in it.
-Salam kenal. Hehe
reney
Mei 15, 2009 at 1:23 pm
berarti semboyan wadehel yang dulu itu betul
frozen
Mei 23, 2009 at 9:56 pm