Cerita Dana

Karena hidup adalah tentang bercerita

Demo Yang Anarkis

with 24 comments

Mungkin kalian juga sudah bosan. Bosan seperti saya. Mendengar betapa demo-demo mahasiwa sering ada kata anarkis yang tersebut di berita-berita. Baik di televisi , maupun di media cetak. Pembelaannya mungkin adalah bahwa hal itu karena memang media hanya memberitakan soal anarkisnya saja. Padahal harus dilihat latar belakang aksi anarkis tersebut dunk. Gotcha! Betulkan ada tindakan anarkis itu. Entah apapun alasannya tindakan anarkis ya tindakan anarkis. Lebih condong sebagai tindakan kriminal daripada sebuah perjuangan perubahan.

Sangat disayangkan bahwa tindakan anarkis itu dilakukan oleh yang ber-status mahasiwa. Sosok yang harusnya terpelajar. Seharusnya melakukan tindakan yang berdasarkan logika, bukan mengikuti arus emosi semata. Tapi yang saya lihat dari berita-berita itu adalah tindakan mahasiswa yang sungguh mencemaskan, penuh emosi yang tidak terkendali. 

Miris rasanya. Betapa tiap demo seringnya berakhir dengan aksi anarkis. Baik dari pihak mahasiswa sendiri, maupun dari pihak yang menjaga jalannya demo itu. Mungkin masing-masing pihak memang harus menahan diri, agar tidak terseret arus emosi. Jika emosi yang bermain, maka hancurlah hasilnya.

Dan kembali saya terhenyak, ketika membaca lagi tentang demo mahasiswa yang berakhir rusuh. Yang lebih memalukan lagi, banyak mereka yang ditangkap dan diperiksa ternnyata tengah mengkonsumsi ganja saat itu. Bahkan ada yang ternyata pengedar ganja. Wah, sebuah demo mahasiswa yang sangat menyedihkan. Apa kalian memang perlu memakai ganja untuk berani berdemo?!! Keberanian macam apa itu! Betapa logika saya sudah tidak mencerna bagaimana bisa mahasiswa seperti itu. Itu demo apa bisnis ganja sih sebenarnya?

Harap saya yang semakin tipis atas demo mahasiswa tersebut. Semoga tuduhan itu hanyalah karena konspirasi tingkat tinggi untuk menjatuhkan wibawa gerakan para mahasiswa di mata masyarakat. Tapi harapan itu sangat tipis, sebab memang kulihat demo-demo yang terjadi sering (kalau tidak mau disebut selalu) berakhir dengan tindak kekerasan. Baik itu demo internal untuk menggugat keputusan kampus, maupun demo eksternal menggugat keputusan pemerintah. Akhirnya adalah horor kekerasan, tanpa akal sehat.

Saran saya. Hentikan saja demo yang seperti itu. Sebelum nilai demo mahasiswa menjadi terseret ke titik nadir terendah dalam sejarahnya. Hingga terjadi suatu saat nanti demo-demo mahasiswa yang berhasil menimbulkan perubahaan hanya menjadi catatan sejarah, yang dikenang sebagai hal yang dulu pernah terjadi. Sedangkan sekarang ini, demo mahasiswa adalah ketakutan. Ketakutan para penjaga, ketakutan para penduduk sekitar, dan ketakutan para orang tua. Tidak tersisa lagi kebanggaan akan sebuah perjuangan mahasiswa. Seperti kebanggaan yang tetap terkenang pada angkatan 66 dan 98.

Written by dana

Mei 26, 2008 pada 6:46 am

24 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hmm… tidak kah tercium aroma Ad-hominem dlm berita di atas?? Yeahh.. serang pembicaranya dan bukan temanya.

    Kalau saya renungkan ternyata Ad-hominem bisa juga dijadikan senjata utk menjatuhkan image seseorang atau suatu kelompok. Maka itu seseorang atau kelompok harus menjaga imagenya agar perjuangannya bisa murni dan mendapat dukungan rakyat.

    Ah Entahlah… saya juga bingung :?

    CY

    Mei 26, 2008 at 8:47 am

  2. saya selalu menganggap makin sedikit gunanya demo…

    natazya

    Mei 26, 2008 at 9:09 am

  3. Ada lho Mas demo yang enggak anakis : Demografi,Demo Masak, De-Motivasi,dll he he..

    semelekethe

    Mei 26, 2008 at 9:19 am

  4. itu beneran minuman alkohol dan ganja milik mereka yak?

    edy

    Mei 26, 2008 at 9:21 am

  5. aku paling sebal melihat (tayangan Tv) para mahasiswa menendang tameng polisi dan mencolok dengan galah bambu. Biasanya aku sebal banget sama polisi, tapi sekarang berbalik kasihan.

    Ayo dong mahasiswa Idnonesia juga kekanak-kanakan dan anarkis. Malu-maluin aja calon intelektual kok bergaya preman.

    Raja Huta

    *demokrat yang santun*

    tobadreams

    Mei 26, 2008 at 10:29 am

  6. NO COMMENT

    fauzansigma

    Mei 26, 2008 at 10:40 am

  7. Baru sadar kalo ini blog yang lain dari sang DANA … ehm !!

    Rindu

    Mei 26, 2008 at 10:58 am

  8. Apa kata penonton ?
    A : Polisi Bebal…!
    B : Mahasiswa Goblog….!
    C : Pemerintah bego…..!
    D : Ah….sudahlah…..mendingan matikan TV..!

    daeng limpo

    Mei 26, 2008 at 2:47 pm

  9. demo yang murni dilakukan untuk melakukan perubahan, itu yang saya suka, mas dana, tanpa anarkhi dan aksi vandalistis. lebih mengedepankan argumentasi2 dan orasi ilmiah didukung fakta2 konkret, bukan hanya sekadar unjuk kekuatan bahwa mahasiswa sekarang masih eksis. kalau sudah anarkhis, lebih baik pulang ke kampus, pergi ke perpustakaan, lantas baca buku biografi tokoh2 mahasiswa sebelumnya, bagaimana mereka berkiprah. *wew…. kok jadi sok tahu*

    Sawali Tuhusetya

    Mei 26, 2008 at 3:06 pm

  10. @CY

    Yup memang ad hominem dan ternyata memang berhasil menimbulkan keraguan dalam diriku terhadap gerakan mahasiswa tersebut.

    Tapi kalau aku amati bahwa kejadian tersebut sebenarnya karena dendam. Sebelum kejadian peangkapan anarkis oleh polisi itu, terlebih dahulu terjadi penyerangan terhadap polisi. Dan saat itu polisi terpaksa mundur karena kalah jumlah. Nah setelah konsolidasi akhirnya polisi menyerbu balik dan terjadi penangkapan.

    @natazya

    Demo kadang perlu ketika suara sudah tidak didengarkan dan banyak yang telah tuli. Tapi ya jangan lantas anarkis.

    @semelekethe

    Wah, kalo itu emang iya. :P

    @edy

    Saya sih nggak mau naif Di. Terus terang dikampus saya dulu banyak yang pemakai, dan memang barang-barang terlarang itu sangat mudah didapat. Dari mahasiswa juga dapatnya loh.

    @tobadreams

    Itulah lae, saya juga miris melihat demo yang seperti itu. Makanya saya coba kritik melalui tulisan ini.

    @ Rindu

    Ehm juga. :P

    @daeng limpo

    Memang enak jadi penonton daeng. Pandangannya lebih luas. Cuma ruginya jadi tidak dalam. ;)

    @ Sawali Tuhusetya

    Yup, semoga demo akan semakin murni pak. :D

    dana

    Mei 26, 2008 at 4:00 pm

  11. Anu.. saya ada pertanyaan sedikit diluar konteks, gimana kalo setelah demo yg murni dilakukan, juga tanpa anarkis dan species2nya tersebut, yang didemo masih pura2 tuli dan ga mau merubah diri?? Bukankah itu seperti melempar jarum ke tengah samudra. Gimana ya kira2 caranya supaya yg punya telinga itu mantengg terus ndengerin aspirasi pendemo??

    Kalo menurut saya sih di dunia cuman ada dua pilihan, kalo ga bisa dgn baik2 diperingati ya harus dengan kekerasan. Emang masih ada pilihan ketiga??
    Cuman mahasiswa cenderung salah target dlm melaksanakan opsi kedua tersebut, yg dikerasi kok malah polisi2 itu. Mbok ya oknum2 yg pura2 tuli itu yg dikerasi.

    CY

    Mei 26, 2008 at 4:37 pm

  12. Kalo bener bener memang tuli, gampang, pemilu mendatang tidak usah dipilih.

    Nggak usah pake kekerasan segala. Kalo masih berkeras pake kekerasan, saran saya jangan tanggung-tanggun. Sekalian aja revolusi, biar tuntas.

    dana

    Mei 26, 2008 at 4:57 pm

  13. Setiap pemilu kan memang ga milih org yang sama lagi Dan, tapi kelihatannya rakyat/mahasiswa frustasi krn siapapun yg dipilih minumnya tetap tehbotol tetep mengecewakan. :mrgreen:

    CY

    Mei 26, 2008 at 5:38 pm

  14. Walah, kalo soal kecewa itu sih saya nggak ikutan. Itu hak setiap orang. Tapi saya sendiri tidak kecewa kok sama pemerintah sekarang.

    Kalo sama DPR/MPR nya sih saya emang kecewa. Tapi tetep saya tidak berniat pake kekerasan.

    dana

    Mei 26, 2008 at 5:45 pm

  15. salam kenal semuany… saya ini mahasiswa UI, saya sering ikut demonstrasi, tapi kini saya setuju sama tulisan di blog ini. Beberapa waktu yg lalu saya pernah menulis mengenai demonstrasi mahasiswa di blog saya. silahkan di cek.

    kamal87.wordpress.com – arah pergerakan mahasiswa masa depan

    kamal87.wordpress.com – aksi tetaplah tidak efektif

    kamal87

    Mei 26, 2008 at 7:32 pm

  16. Salam kenal. Ya saya sudah baca artikelmu. Bagus, lebih lengkap bahasannya dari saya. Teruslah memberi pencerahan.

    dana

    Mei 26, 2008 at 7:50 pm

  17. saya tidak suka sama demo yang anarkis lebih enakan damai

    transmorfosis

    Mei 26, 2008 at 10:35 pm

  18. Tapi tetep saya tidak berniat pake kekerasan

    siiip.., berarti Dana masih tetap konsisten hehehe… :D

    CY

    Mei 27, 2008 at 8:21 am

  19. Tapi kalo nanti dah nikah harus make kekerasan lho mas Dana … ;)
    Emang bisa kalo gak keras. :mrgreen:

    Ayo siapa ini :lol:

    #Ngomongin ini aja sembunyi2 … ;)

    Nyamar

    Mei 27, 2008 at 11:58 am

  20. Iya , saya tahu itu.

    *tendang yang nyamar*

    dana

    Mei 27, 2008 at 6:47 pm

  21. Saya baca di Kompas…BEM UI tak dapat ikut karena musim ujian…Yahh saat ini adalah musim ujian, di ITB juga.

    Mahasiswa memang wajar untuk melakukan demonstrasi tapi mahasiswa sendiri harus tahu benar apa tujuan demonstrasi, apakah mereka memang telah melihat dan menganalisis secara komprehensif apa yang menyebabkan inflasi semua ini, apakah hanya terjadi di Indonesia, karena banyak media yang telah menuliskannya dengan jernih, juga blognya mas Nofei Iman di http://nofieiman.com/2008/05/mengapa-bbm-harus-naik/...
    Dan mahasiswa harus mengetahui juga akibat hukumnya, karena kalau terpeleset mereka juga dapat dikenai unsur pidana.

    Polisi sendiri juga masyarakat yang sama-sama korban harga BBM naik, dan sering yang menjaga demo adalah polisi yang muda atau pangkat rendah, yang juga akan panas jika dimaki-maki mahasiswa…jadi memang harus sama-sama menahan diri.

    edratna

    Mei 28, 2008 at 11:53 am

  22. saya gak tau ngomong apa …

    tapi kadang mahasiswa demo juga cuman ikut – ikutan, biar keren aja. Gak jelas tujuannya

    suprie

    Mei 29, 2008 at 4:32 pm

  23. @edratna

    Itulah bu. Menurut saya kalo tuntutannya untuk menurunkan harga BBM itu kurang tepat. Mungkin lebih tepat jika menuntut peningkatan kesejahtraan rakyat.

    Jangan-jangan mereka cuma terjebak romantisme tahun 98 itu.

    @suprie

    Kalo cuma ikut-ikutan memang menyedihkan tuh bro.

    dana

    Mei 29, 2008 at 6:17 pm

  24. wat teMend2 Q Lgi da tuGas tentang……..apa siCh sebeneRnya manfaat deMo…..boLeh donK kasih opini nya buaT responden….

    thanKs be4

    gangga

    Desember 15, 2008 at 1:05 pm


Tinggalkan Balasan